Dikeroyok 7 Orang, Warga Rawi Babak Belur dilarikan ke Rumah Sakit

oleh -14 views

Lnews.co, KALIANDA – Santana (65), pria tua renta warga Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, nyaris tewas dikeroyok pemuda sedesanya. Kejadian yang berlangsung singkat dan tiba-tiba itu dialami korban siang tadi, senin (15/05/2017), pukul 11.15 WIB di Jalan Desa setempat.

Kejadian berawal saat korban Santana hendak berkunjung ke rumah sahabatnya di Desa Padan, Kecamatan Penengahan. Dari rumahnya di Desa Rawi, korban sendirian mengendarai sepeda motor.

Sesaat tiba di jalan yang sepi, disebuah perkebunan Desa Padan, korban berpapasan dengan segerombolan pemuda satu Desanya. Entah apa apa pasalnya, antara korban dan salah satu pemuda yang berpapasan tersebut saling berkata kotor dan saling ejek.

Berlanjut dengan saling teriak, korban akhirnya dihampiri dan hendak dipukul oleh gerombolan pemuda, yang sebenarnya masih ada hubungan famili dan sangat dikenali korban.

“Saya merasa kalah jumlah, akhirnya saya tancap gas lari bawa motor ke arah Desa Padan,” kata Santana, saat ditemui diruang perawatan Kamar Bedah RSUD Bob Bazar, Senin sore.

Naas buat Santana, motornya dapat terkejar para pemuda preman tersebut. “Saya bisa dikejar, dan akhirnya dicegat oleh mereka. Tanpa ampun mereka yang berjumlah 7 (tujuh) orang dengan mengendarai 5 (lima) motor tersebut langsung mengeroyok saya. Ada yang tangan kosong dan ada yang pakai batang kayu memukuli saya. Mereka menginjak-injak tubuh saya tanpa ampun. Sudah berapa batang kayu sampai patah ditubuh saya. Tapi mereka terus memukul saya,” ujar Santana dengan suara terbata.

Aisyah (29), putri korban yang menemaninya di RSUD Bob Bazar menambahkan, orang tuanya akhirnya diselamatkan warga sekitar dan langsung dibawa ke Rumah Sakit plat merah tersebut.

“Setelah ayah saya pingsan tak berdaya, pelaku yang berjumlah 7 orang itu kabur mas. Ayah saya langsung kami antarkan kesini (RSUD Bob Bazar-red),” kata Aisyah.

Ditambahkan Aisyah, dirinya menduga kejadian yang menimpa ayahnya akibat dendam lama antara keluarga pelaku dengan ayahnya.

“Saya menduga mungkin antara pelaku itu afa dendam lama dengan ayah saya. Tapi ini baru dugaan saya mas. Tidak mungkin mereka tega melakukan ini kalau tidak ada akar masalahnya. Yah biarlah nanti Polisi yang ngurusnya,” katanya.

Kapolsek Penengahan, AKP. Mulyadi Yacub, saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya tak merespon panggilan Lnews.co, teleponnya aktif namun tak diangkat. (ujg)

Komentar