Forum Kerukunan Umat Desak Aparat Tuntaskan Kasus Tolikara

oleh -13 views

Lnews, KALIANDA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran menyampaikan sekaligus menandatangai peryataan sikap atas insiden di Tolikara, Papua, yang terjadi beberapa waktu lalu, di aula Mapolres Lampung Selatan, Kamis (06/08).

Disebutkan, para tokoh lintas agama di daerah itu menyesalkan dan mengutuk secara keras insiden penyerangan terhadap umat muslim yang terjadi di Tolikara, Papua oleh sekolompok orang yang tidak bertanggungjawab dengan dalih apapun, karena sudah bertentangan norma agama yang dianut oleh masyarakat dan Bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam Pancasila dan UUD 1945.

Lalu, mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas hingga ke akar permasalahan dan menindak tegas serta memberikan sanksi yang setimpal kepada para pelaku sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Serta menghimbau kepada seluruh tokoh di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran agar tetap tenang untuk menjaga suasana yang kondusif, tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan kekerasan supaya terciptanya kerukunan , keamanan dan ketertiban masyarakat di bumi khagom mufakat.

Tak hanya itu, Rapat Koordinasi Forkopimda Kabupaten Lampung Selatan-Pesawaran bersama tokoh masyarakat, adat, pemuda dan lintas agama di Mapolres Lampung Selatan, Kamis (6/8), sekaligus menandatangi pernyataan sikap terhadap aksi-aksi yang dapat menimbulkan perpecahan yang tertuang dalam peryataan itu sendiri antara lain, tidak melakukan main hakim sendiri, perang antar kampung, peredaran narkoba dan minuman keras, orgen tunggal, isu tidak jelas dan tindakan provokasi.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Hengki berharap, agar permasalahan yang timbul dapat diselesaikan secara musyawarah. Bahkan dia meminta agar, pihak-pihak terkait dapat mencegah terjadinya tindakan yang dapat menimbulkan kerusuhan yang dapat memecah persatuan.

“Kami harapkan, ini tidak hanya menjadi kegiatan ceremonial semata, melainkan harus disampaikan dan disosialisasikan kepada masyarakat di bawah, agar terciptanya iklim yang kondusif,” ujarnya.

Hengki mengatakan bahwa, para tokoh lintas agama di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran sepakat untuk menjaga keutuhan umat beragama, saling menghormati, menghargai, gotong royong dan saling dukung mendukung  antar umat beragama. “Yang sudah baik ini harus tetap terjaga. Terutama dengan mengedepankan sikap toleransi ,” katanya pula. (dir/str)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *