NewsFlash

Ini Identitas dan Keseharian Korban yang ditemukan di Embung SMA Kebangsaan

Mayat setelah diangkat. (foto: jhony)

Lnews.co, PENENGAHAN – Identitas mayat yang ditemukan di empung SMA Kebangsaan desa Pisang kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel), terungkap.

Jenazah yang ditemukan warga mengapung di empung sekitar pukul 17.00 Wib, Senin kemarin (7/10/19) bernama Subaidi (30 th) bin Saman, warga Jalan Sukun nomor 31 dusun II RT. 08 desa Banjarmasin, Penengahan, Lamsel.

Advertisements

Hal tersebut dibenarkan oleh Paman korban, Rosidi yang juga ketua Ormas Tampil Lamsel.

“Tentang kejadian di embung SMA Kebangsaan yang menjadi korban adalah ponakan kandung saya,” ujar Rosidi kepada Lnews.co Selasa pagi (8/10/19).

Ia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian setempat agar secepatnya mengungkap dan menangkap pembunuh keponakannya.

“Saya perwakilan dari keluarga korban telah berkomunikasi dengan Kapolsek Penengahan semalam sekira pukul 21.30 Wib dan Kami meminta kepada pihak kepolisian jangka waktu 2×24 jam harus terungkap pelakunya,” tambah Rosidi.

Rosidi (berkacamata). foto: dokpri

Ia juga membeberkan keseharian korban dan kapan korban terakhir berkomunikasi dengan pihak keluarga.

“Jadi keponakan kita itu sehari-hari kerjanya ngurusin kebon kita di Tanjungheran, dia anak yatim, orang tidak mampu, meski demikian hingga saat ini Ia masih membiayai kuliah dua adeknya,” kata Rosidi.

Informasi yang dikumpulkan pihak keluarga, korban terakhir berkomunikasi dengan salah seorang temannya, sekitar pukul 01.00 Wib, Minggu (6/10/19).

Menurut penuturan Rosidi, dari komunikasi dengan temannya tersebut, korban saat itu mengaku sedang bekerja menjaga alat berat yang berada tak jauh dari embung.

“Kalau kata temannya, keponakan kita ini terakhir berkomunikasi sekitar jam 1 malam, hari Minggu dan setelah itu hilang kontak. Kata temannya Ia kerja jaga alat berat yang berjarak sekitar 70 meter dari embung SMA Kebangsaan,” tuturnya.

Di malam itu, kata Rosidi, korban juga sempat dihubungi oleh seseorang. “Keponakan kita itu juga sempat ditelepon oleh seseorang menggunakan bahasa daerah, setelah itu korban turun dari kebon, kita masih cari tau siapa orang tersebut,” imbuh Rosidi.

Ia menyimpulkan kemungkinan peristiwa tersebut terkait dengan pekerjaan korban. “Mungkin karena iri dengki dengan pekerjaan keponakan saya, soalnya harta benda yang ada dalam tasnya tidak hilang, digubuknya juga ada 3 motor, semuanya aman,” ucapnya.

Semua temuan dan kesimpulan sementara keluarga tersebut telah mereka sampaikan ke polisi.

Rosidi berharap polisi secepatnya bisa mengungkap kasus tersebut. “Soalnya yang ninggal ini badan saya dinda, saya ingin masalah ini segera terungkap.” Tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) digegerkan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki yang terapung di embung SMA Kebangsaan desa Pisang kecamatan Penengahan, Senin (07/10/19).

Mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 17.00 Wib hanya menggunakan celana jeans tanpa baju. Warga pun ramai menonton proses evakuasi jenazah.

Menurut keterangan warga setempat, mayat tersebut diduga tewas akibat perkelahian, karena terdapat sejumlah luka dibagikan kepala dan tangan.

“Mayat pada saat mau diangkat ke darat posisi tangan masih memegang senjata tajam, seperti keris,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya. (aka/jhony)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

To Top
Shares