Bandar Lampung

Ini Rincian Fee Proyek untuk Zainudin lewat ABN

Lnews.co, TANJUNG KARANG – Dalam dakwaan terhadap Agus Bhakti Nugroho (ABN) yang dibacakan oleh dua JPU KPK, Ali Fikri dan Riniyati Karnasih di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis siang (13/12/18), terungkap besaran setoran yang diterima Bupati Lampung Selatan (Lamsel) non aktif, Zainudin Hasan.

Tahun 2016, diploting sebanyak 299 paket dengan Pagu anggaran sebanyak 194,3 Milyar rupiah.

Zainudin Hasan memerintahkan kepala Dinas PUPR Lamsel yang waktu itu dipegang Hermansyah Hamidi untuk menarik setoran senilai 13,5 %.

ABN kemudian menarik uang hasil setoran tersebut dari Syahroni sebesar 26 Milyar rupiah dengan rincian, dari Bina Marga 18,3 Milyar, Cipta Karya 4,6 Milyar dan Pengairan 3,1 Milyar rupiah.

Selain itu, ABN juga menerima setoran proyek dari Ahmad Bastian sebesar 9,6 Milyar untuk 9 pekerjaan.

Tahun 2017, diploting proyek sebanyak 258 paket dengan nilai 266 Milyar rupiah. Lewat Hermasyah Hamidi, Zainudin meminta setoran 15% samapi 17% yang dititipkan ke ABN.

Di bulan Nopember 2017, Gilang Ramadhan menyetor 958 juta rupiah lebih kepada Syahroni dengan ploting proyek sebesar 4,5 Milyar rupiah dengan syarat memberikan fee sebesar 21%.

Komitmen fee tersebut akan digunakan untuk kepentingan Zainudin Hasan sebesar 15% sampai 17% dan sisanya untuk panitia lelang dan biaya operasional.

Total fee proyek tahun 2017 tersebut sebesar 23,6 Milyar rupiah dengan rincian dari Bina Marga 16,7 Milyar, Cipta Karya 2,8 Milyar dan Pengairan 4 Milyar rupiah.

Selain itu, ABN juga menerima fee proyek dari Rusman Efendi sebesar 5 Milyar rupiah sebagai prosentase 17,5% dari nilai Pagu yang didapatnya.

Tahun 2018, ABN menerima setoran fee proyek dari Anjar Asmara sebesar 8,4 Milyar yang ditarik dari sejumlah rekanan diantaranya Gilang Ramadhan.

Ditahun itu, Gilang mendapat ploting proyek senilai 50 Milyar rupiah, dimana setengahnya sudah dimenangkan perusahaan Gilang.

Selain dari Gilang, Anjar Asmara juga menerima setoran proyek dari Iskandar sebesar 700 Juta rupiah, dari Wahyu Lesmono sebesar 750 Juta rupiah, dari Boby Zulhaidir sebesar 450 Juta rupiah.

Dari Rusman Efendi, 225 Juta rupiah, dari Ardy sebesar 5,5 Milyar rupiah, dan dari Yudi Siswanto 375 Juta rupiah.

Setoran proyek yang diterima Anjar Asmara tersebut kemudian diserahkannya ke ABN untuk diberikan ke Zainudin Hasan sebesar 8,4 Milyar rupiah.

Namun tidak semua uang tersebut diterima oleh Zainudin, Ia hanya menerima 7,22 Milyar rupiah dan sisanya diberikan ke Wakilnya, Nanang Ermanto sebesar 350 Juta rupiah serta untuk Forkopinda secara bertahap dengam total 1,5 Milyar rupiah. (aka)

Comments

comments

Berita Popular

| LAPORAN PENERIMAAN BANTUAN TUNAI BENCANA TSUNAMI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN PERTANGGAL 28 JANUARI 2019 - PENERIMAAN di Rekening Bank BRI (0503-01-001105-30-6) Saldo: Rp. 252.006.172,00 | Rekening Bank Mandiri (114-00-2200800-0) Saldo: Rp. 1.818.684.641,00 |
To Top
Shares