Ragam

“Lita dan Madsari semoga Lekas Sembuh”

Winarni jenguk dan beri bantuan untuk lisa di rumah sakit abdul muluk, bandar lampung, minggu malam (6/1/19). (foto: anto/kmf)

BANDAR LAMPUNG – Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Selatan (Lamsel) Winarni Nanang Ermanto bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Lamsel Siti Fatimah Fredy beserta pengurus menjenguk Lita (11) dan Madsari (55) korban tsunami Selat Sunda yang masih dirawat di RSUD Abdul Muluk, Bandar Lampung, Minggu malam (6/1/19).

Pada kesempatan itu, Winarni, memberikan semangat kepada keluarga korban baik Lita maupun Madsari.

Advertisements

Selain melihat keadaan dan perkembangan kesehatan korban, Winarni beserta rombongan juga memberikan bantuan berupa tali asih dan perlengkapan lainnya seperti pakaian, selimut, dan makanan.

“Ibu beserta keluarga yang sabar ya, musibah ini ujian dari Allah. Semoga dari ujian ini, Allah memberikan yang terbaik bagi keluarga. Dan semoga Lita segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali lagi ke sekolah,” ujarnya.

Winarni juga mengaku selalu mendoakan agar semua korban tsunami diberikan kesehatan dan bisa kembali lagi berkumpul dengan keluarga.

“Kita berdoa bersama-sama agar Allah SWT, memberikan yang terbaik bagi kita semua warga masyarakat Lampung Selatan,” kata Winarni.

Lita adalah gadis kecil berusia 11 tahun yang tinggal di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa salah satu korban selamat dari gelombang tsunami yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 lalu.

Meski selamat, Lita harus dirujuk ke RSUD Abdul Muluk, Bandar Lampung, untuk menjalani operasi Craniotomi (bagian kepala). Sebelumnya Lita juga sempat mendapatkan perawatan selama 2 hari di RSUD Bob Bazar di Kalianda.

Madsari dijenguk Winarni di rumah sakit Abdul Muluk, Bandar Lampung, Minggu malam (6/1/18). (foto: anto/kmf)

Sementara, Madsari (55) salah satu warga Desa Way Muli juga merupakan korban tsunami yang selamat dan masih di rawat di RSUD Abdul Muluk, Bandar Lampung.

Pada saat kejadian, Madsari sudah berusaha untuk menyelamatkan diri saat gelombang tsunami menghempas rumahnya. Namun naas, saat ingin keluar rumah, kakinya tertimpa reruntuhan bangunan.

Akibat kejadian itu, kakinya mengalami luka yang sangat serius, sehingga harus diamputasi. Selain itu, ia juga harus rela kehilangan rumah dan harta benda akibat dihempas gelombang tsunami. (anto/kmf)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

To Top
Shares