Hukum

Menurut Saksi, ABN yang menentukan Nilai Fee Proyek

Ahmad bastian jadi saksi di sidang lanjutan kasus fee proyek di pn tanjung karang, kamis siang (7/2/19). (foto: khairullah aka)

Lnews.co, TANJUNG KARANG – Salah seorang kontraktor yang juga orang dekat Bupati Lamsel non aktif, Ahmad Bastian menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus fee proyek dengan terdakwa Agus Bhakti Nugraha (ABN) dan Anjar Asmara (AA) di PN Tipikor Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis siang (7/2/19).

Dihadapan hakim, Ahmad Bastian mengaku mendapat proyek di dinas PUPR Lamsel senilai 50 milyar rupiah dan menyetor fee proyek sebesar 10 sampai 12 persen ke ABN.

“Saksi Ahmad Bastian, tolong jelaskan mengapa saudara dipanggil kesini menjadi saksi? Tanya Hakim Ketua, Mansyur Bustami.

“Terkait kasus Agus BN Yang Mulia,” jawab Bastian. “Soal apa itu? Tanya Mansyur lagi.

“Terkait proyek Yang Mulia, saya mendapat proyek sekitar 50 milyar rupiah dan setor fee proyek 9,6 milyar rupiah Yang Mulia,” balas Bastian.

“Berapa fee proyek yang saudara serahkan? Tanya Hakim. “Fee sekitar 10 sampai 12 persen Yang Mulia,” jawab Bastian.

Mansyur kemudian mencecar Ahmad Bastian dengan pertanyaan terkait siapa yang menentukan nilai fee proyek.

“Siapa yang menentukan fee proyek, jadi ABN? Bukan Zainudin Hasan?” Tanya Mansyur.

“Agus BN Yang Mulia, Pak Zainudin tidak bicara soal itu,” jawab Bastian lagi.

“Apakah uang fee itu untuk ABN atau untuk Zainudin Hasan?” kata Hakim. “Saya tidak tahu, yang jelas uangnya saya serahkan ke ABN.” Tukas mantan Anggota DPRD Lamsel tersebut.

Sidang masih berlangsung dimana Ketua Majelis Hakim, Mansyur Bustami terus bertanya kepada para saksi bergiliran. (aka)

Comments

comments

Berita Popular

| LAPORAN PENERIMAAN BANTUAN TUNAI BENCANA TSUNAMI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN PERTANGGAL 28 JANUARI 2019 - PENERIMAAN di Rekening Bank BRI (0503-01-001105-30-6) Saldo: Rp. 252.006.172,00 | Rekening Bank Mandiri (114-00-2200800-0) Saldo: Rp. 1.818.684.641,00 |
To Top
Shares