Nanang bak Ketiban Bulan

oleh -138 views

MERBAU MATARAM – Calon Bupati Lampung Selatan (Lamsel) nomor urut 1, Nanang Ermanto menceritakan pengalaman hidupnya saat berkampanye di kecamatan Merbau Mataram, Jum’at (16/10/20).

Nanang bercerita, puluhan tahun lalu sebelum Ia kenal dengan dunia politik, dirinya sempat menjadi montir otomotif, sedangkan istrinya, Winarni berjualan soto di dekat bengkel tempatnya bekerja.

“Kami bersama-sama mencari nafkah, dengan mengandalkan keterampilan alakadarnya, yang penting semangat dan tetap teguh dalam menjalani hidup,” ujar Nanang.

Ia melanjutkan, seiring waktu berlalu, Nanang juga pernah menjadi kepala keamanan di salah satu Pasar. Dari profesi ini, Nanang mulai bergaul dan banyak memiliki teman dari berbagai kalangan, hingga berminat ikut andil dalam kepemerintahan.

“Pertama kali dalam dunia pemerintahan, saya dipilih masyarakat untuk menjadi salah satu anggota BPD di Way Galih. Karena hal ini, dikit demi sedikit, saya mulai memahami sistem pemerintahan,” Imbuhnya.

Lantaran dinilai memiliki kinerja baik saat menjadi anggota BPD, Nanang kemudian dicalonkan oleh masyarakat menjadi Kepala Desa Way Galih.

“Saya juga sempat tidak percaya, bahwa saya ternyata menang dalam pencalonan Pilkades. Akhirnya saya mulai belajar bagaimana menjadi seorang peminpin dari sini,” lanjut Nanang.

Terus mendapatkan nilai plus dari masyarakat Way Galih, Nanang kemudian dapat melanjutkan kepemimpinannya sebagai Kades selama dua periode.

Setelah itu, Nanang kembali diamanahi masyarakat untuk mewakili warga Way Galih sebagai anggota DPRD Lamsel.

“Sebagai wakil rakyat di kursi legislatif, Alhamdulillah saya juga dipercaya menjalankan amanah itu selama dua periode. Hingga kemudian diperintahkan oleh partai untuk menjadi Wakil Bupati,” kata Nanang seraya mengaku saat itu Ia memiliki posisi sebagai Sekretaris DPC PDIP Lamsel.

Setelah terpilih menjadi Wakil Bupati Lamsel periode 2016-2021, Nanang bak ketiban bulan, menjadi Plt. Bupati dan kemudian menjadi Bupati Lamsel definitif menggantikan Zainudin Hasan yang dipenjara karena kasus korupsi.

“Hingga akhirnya saat ini saya menjadi Bupati Lampung Selatan. Dari sederetan cerita saya ini, mengartikan bahwa siapapun dari kalangan manapun, kita bisa menjadi seorang pemimpin. Tidak harus memiliki gelar yang banyak,” bebernya memberi semangat.

“Saya benar-benar dari nol. Untuk itu, bagi siapapun yang memiliki sebuah mimpi atau cita-cita, harus tetap teguh dan semangat untuk menggapainya. Jangan mudah menyerah dan putus asa. Untuk itu, mudah-mudahan dari cerita ini, kita semua dapat mengambil hikmahnya,” katanya.

Nanang juga menegaskan, Ia bukan tipe orang yang lupa diri. Jika Ia kembali dipercaya untuk menjadi Bupati Lamsel, Ia tidak akan membatasi jarak dengan warganya.

“Saya berharap, kita sebagai warga pemilih yang cerdas tidak mudah terprovokasi. Kalau Pak Nanang masih dipercaya lagi menjadi Bupati, pasti akan lebih rutin turun ke masyarakat, menyapa masyarakat dan selalu memberi semangat untuk masyarakat.” Tukasnya. (ril)