Lampung Selatan

Nanang: “Jangan mudah Terprovokosi, jangan ikut Aliran Sesat”

Ilustrasi (ist).

NATAR – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Nanang Ermanto, beri bantuan 3 buah kursi roda, 40 paket sembako untuk kaum duafa, serta mengumumkan akan mengalokasikan bantuan Bedah Rumah sebanyak 100 rumah yang terbagi dalam 4 Desa di Kecamatan Natar, satu diantaranya, bedah rumah akan dialokasikan untuk warga desa Muara Putih.

Bantuan yang diberikan Nanang tersebut berlangsung di sela acara Nuzulul Qur’an yang dilaksanakan di Masjid At-Taqwa, Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, pada Rabu, 22 Mei 2019.

Advertisements

Dalam sambutannya, Nanang mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat pada warganya.

Nanang juga mengajak para Jamaah yang hadir di Masjid At-Taqwa agar dapat memanfaatkan moment ramadhan ini untuk melakukan hal-hal yang baik. Terlebih, dibulan suci ramadhan ini, moment bagi semua masyarakat untuk membentengi diri dari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama.

“Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah termakan issue, jangan mau dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ujar Nanang.

Dalam kesempatan itu, Nanang juga mengutip ingar bingarnya pesta demokrasi yang usai digelar pada 17 April 2019 yang lalu.

Nanang juga mengutip bahwa pesta demokrasi telah selesai dengan di umumkannya pemenang Pemilu Presiden oleh KPU pada Selasa, 21 Mei 2019.

“Pesta sudah selesai, pemenangnya sudah ditetapkan, mari kita semua merajut kembali persatuan, membuang jauh perbedaan dukungan. Mari kita sama-sama merajut bangsa ini untuk menjadi lebih baik lagi kedepan,”ujar Nanang.

Nanang juga menghimbau kepada para jamaah untuk menjaga agar situasi tetap kondusif. Tidak mudah terprovokasi oleh issue yang menyesatkan dan tidak bertanggung jawab.

Bahkan, pada kesempatan itu, Nanang sempat menyinggung warganya yang terciduk Tim Densus 88 yang diduga terlibat jaringan terorisme.

“Ada warga saya, beberapa bulan yang lalu tertangkap Densus 88 karna diduga terlibat jaringan terorisme. Tentunya ini semua sangat kita sesalkan,” ujar Nanang.

“Menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga putra-putri kita agar tidak terkontaminasi, agar tidak mengikuti ajaran-ajaran yang menyesatkan,” Tutup Nanang. (riko/kmf)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

To Top
Shares