Politik

Perbandingan Elektabilitas Terbaru Jokowi-Ma’ruf vs Prabowo-Sandi Versi 10 Lembaga Survei

(Grafis TribunWow) Berikut perbandingan hasil survei elektabilitas Jokowi-Ma'ruf vs Prabowo-Sandi jelang pelaksanaan Pilpres 2019 versi 10 lembaga survei.

JAKARTA – Inilah perbandingan hasil survei elektabilitas Jokowi-Ma’ruf vs Prabowo-Sandi jelang pelaksanaan Pilpres 2019 versi 10 lembaga survei.

Pelaksanaan Pilpres 2019 tinggal sekitar sebulan lagi. Sejumlah lembaga survei pun ramai-ramai merilis hasil survei terkait elektabilitas para calon presiden dan wakil presiden 2019.

Tak hanya lembaga survei eksternal, lembaga survei internal pada masing-masing kubu, baik Jokowi-Ma’ruf vs Prabowo-Sandiaga, juga merilis hasil surveinya.

Yang patut diketahui, hasil survei elektabilitas Jokowi-Ma’ruf vs Prabowo-Sandi pada masing-masing lembaga survei berbeda satu sama lain.

Advertisements

Tribunnews.com telah merangkum dari berbagai sumber, perbandingan hasil survei elektabilitas Jokowi-Ma’ruf vs Prabowo-Sandi:

1. SMRC

Hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf lebih tinggi ketimbang Prabowo-Sandiaga.

Dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com, pasangan nomor urut 01 itu mendapatkan 54,9 persen, sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 32,1 persen.

Kemudian, sebanyak 13,0 persen menyatakan tidak tahu atau merahasiakan pilihannya.

“Selisih keduanya sekitar 23 persen, bila pilpres dilakukan saat survei,” kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani dalam jumpa pers di Kantor SMRC Jakarta, Minggu (10/3/2019).

Survei ini melibatkan 1.426 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia dengan pengumpulan data pada 24-31 Januari 2019.

Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka. Adapun, margin of error dalam penelitian ini lebih kurang 2,65 persen.

2. LSI

Dalam survei yang dilakukan Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA selama enam bulan masa kampanye, mayoritas responden memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Jokowi-Ma’ruf unggul 20 persen di atas pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno,” ujar peneliti LSI, Ardian Sopa, dalam jumpa pers di kantor LSI, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com, LSI melakukan penelitian selama enam bulan terakhir, yakni mulai Agustus 2018 hingga Februari 2019 serta menggunakan simulasi kertas suara.

Dari Agustus 2018 hingga Januari 2019, pemilih Jokowi-Ma’ruf masing-masing 52,2 persen, 53,2 persen, 57,7 persen, 53,2 persen, 54,2 persen, dan 54,8 persen.

Sementara pemilih Prabowo-Sandiaga masing-masing 29,5 persen, 29,2 persen, 28,6 persen, 31,2 persen, 30,6 persen, dan 31,0 persen.

Pada bulan terakhir atau Februari 2019, sebanyak 58,7 persen responden memilih Jokowi-Ma’ruf. Sementara 30,9 persen responden memilih Prabowo-Sandiaga.

Kemudian, ada suara tidak sah 0,5 persen dan sebanyak 9,9 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

3. Konsepindo

Serupa dengan dua survei sebelumnya, hasil survei pada Konsep Indonesia (Konsepindo) menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih unggul dari Prabowo-Sandi.

Dari hasil survei itu, sebanyak 55 persen responden langsung menyatakan akan memilih Jokowi-Ma’ruf. Sementara yang akan memilih Prabowo-Sandi, sebanyak 33,2 persen.

Direktur Konsepindo, Veri Muhlis Arifuzzaman menuturkan, sejumlah faktor sehingga pasangan nomor urut 01 dianggap lebih terbuka peluangnya untuk memenangkan Pilpres 2019.

Dilansir Tribunnews.com, faktor tersebut adalah persepsi positif atas kinerja Jokowi sebagai presiden.

“Responden mengaku puas dengan kinerja Jokowi sebanyak 69,6%. Sebaliknya yang mengaku tidak puas hanya 26%,” ucapnya.

Selain itu, kata Veri, sebanyak 73,4% responden menilai selama Jokowi menjadi presiden, Indonesia mengalami kemajuan yang penting.

4. indEX

Berdasar hasil survei lembaga Indonesia Election dan Strategic (indEX) Research, lagi-lagi Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo-Sandi.

Menurut Direktur Eksekutif indEX Research, Vivin Sri Wahyuni, Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf mencapai 55,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi mendapatkan 32,3 persen.

Sisanya sebanyak 12,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab dan ada selisih 20 persen di antara kedua pasangan ini.

Dibandingkan hasil survei sebelumnya pada periode November 2018, elektabilitas kedua pasangan cenderung tidak berubah signifikan.

Sebelumnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,6 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 30,6 persen.
Responden yang tidak tahu atau tidak menjawab turun dari sebelumnya 14,8 persen.

Dilansir Tribunnews.com, Survei indEX Research dilakukan pada 17-28 Desember 2018, dengan jumlah responden 1200 orang.

Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

5. Cyrus

Lembaga survei Cyrus menyebut, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 55,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandi sebesar 36 persen.

“Sementara, sisanya belum memutuskan atau tidak menjawab,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Cyrus Network, Hasan Nasbi di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (28/2/2019) sore.

Hal itu berdasarkan top of mind dalam survei yang dilakukan Cyrus Network pada 18 hingga 23 Januari 2019.

Responden disodori pertanyaan “Jika Pemilihan Presiden dilaksanakan hari ini, menurut Anda siapakah yang paling layak dipilih?”

“Habis debat pertama itu, kalau top of mind yang spontan tanpa disebutkan pilihan, itu Jokowi-Ma’ruf 55,2 persen dan Prabowo-Sandi 36 persen,” katanya.

Hasil yang tak jauh berbeda juga ditunjukkan dalam simulasi kertas suara.

Responden disodori pertanyaan, “Jika Anda saat ini sedang berada dalam tempat pemungutan suara dan di depan ada kertas suara dengan pasangan capres-cawapres seperti di bawah ini, siapa yang akan dipilih?”

“Kalau diberikan kertas suara, ya kira-kira Jokowi-Ma’ruf Amin 57,5 persen dan Prabowo-Sandiaga sekitar 37,2 persen, dengan jarak (selisih) sekarang 20 persen.”

“Lainnya belum memutuskan dan tidak menjawab,” katanya.

6. Charta Politika

Berdasar hasil survei Charta Politika, elektabilitas capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf unggul ketimbang Prabowo-Sandi

Dikutip dari Kompas.com, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 53,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 34,1 persen.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bilang, elektabilitas kedua pasangan ini relatif stagnan karena kemantapan dari pemilih yang loyal, sudah besar.

“Ada pola kecenderungan stagnan dari kedua kandidat di dua bulan terakhir ini,” kata Yunarto, Rabu (16/1/2019).

Survei ini digelar sejak 22 Desember 2018 – 2 Januari 2019 dengan 2000 responden.

Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan kuisioner terstruktur. Margin of error-nya 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

7. Polmark

Hasil survei yang dirilis lembaga survei Polmark menyatakan, Jokowi-Ma’ruf dalam kondisi tidak aman.

Berdasarkan survei yang dilakukan di 73 daerah pemilihan (dapil) se-Indonesia, Jokowi-Ma’ruf unggul cukup telak, yaitu meraih 40,4 persen.

Sementara Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno hanya meraih 25,8 persen, dikutip dari Surya Malang.

“Sementara sisanya, sekitar 33,8 persen belum menentukan pilihan atau undecided voters,” kata Eep Saefulloh Fatah, Founder dan CEO Polmark Indonesia di Surabaya, Selasa (5/2/2019).

Walau unggul, elektabilitas Jokowi belum terbilang aman sebab tak selazimnya, seorang petahana atau Jokowi memiliki elektabilitas di bawah 50 persen.

Eep menjelaskan, survei yang dilakukan Polmark dilakukan di 73 dapil se-Indonesia melalui 73 survei berbeda, sejak Oktober 2018 hingga Februari 2019

Di tiap surveinya untuk tiap dapil, survei melibatkan 440 orang. Sementara khusus untuk Jabar 3, melibatkan 880 orang.

Menggunakan metode multistage random sampling, survei ini memiliki margin of error sekitar 4,8 persen serta tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

8. CRC

Bila survei Polmark menyebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di bawah 50 persen, lain halnya dengan Celebes Research Center (CRC).

Dalam hasil survei CRC yang dirilis pada Minggu (10/2/2019), elektabilitas Jokowi-Ma’ruf masih unggul dibanding Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma’ruf unggul dengan perolehan 56,1 persen dan Prabowo- Sandi 31,7 persen, dan tidak tahu atau tidak menjawab 12,2 persen.

Survei yang digelar metode wawancara lapangan dengan kuisioner ini berlangsung sejak 23-31 Januari 2019 di 34 provinsi.

Dengan metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan dugaan +/- 2,83 persen pada selang kepercayaan 95.0 persen.

9. Populi

Survei Populi Center menunjukkan Jokowi-Ma’ruf masih unggul dari Prabowo-Sandi.

Survei menunjukkan, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 31,0 persen. Adapun yang tidak menjawab sebesar 14,9 persen.

“Hasil ini relatif sama dengan temuan survei pada bulan-bulan sebelumnya,” kata peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan saat merilis hasil survei di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Masih dari Kompas.com, survei ini dilakukan pascadebat pertama pilpres 2019, yakni 20-27 Januari 2019, dengan metode wawancara tatap muka.

Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Margin of error Survei ini plus minus 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

10. Median

Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) mencatat selisih elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi kian menipis.

Merujuk pada hasil jajak pendapat Median per Januari 2019, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf kini sebesar 47,9 persen dan Prabowo-Sandiaga 38,7 persen.

Dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com, perbedaan elektabilitas keduanya menjadi 9,2 persen. “Selisih elektabilitas atau jarak elektoral relatif menipis.”

“Suara pasangan Jokowi-Ma’ruf relatif stagnan, sedangan Prabowo-Sandiaga tumbuh namun relatif lambat,” kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Adapun survei Median dilakukan pada 6-15 Januari 2019 terhadap 1.500 responden dengan margin of error sebesar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling.

(sumber: tribunnews.com)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

| LAPORAN PENERIMAAN BANTUAN TUNAI BENCANA TSUNAMI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN PERTANGGAL 28 JANUARI 2019 - PENERIMAAN di Rekening Bank BRI (0503-01-001105-30-6) Saldo: Rp. 252.006.172,00 | Rekening Bank Mandiri (114-00-2200800-0) Saldo: Rp. 1.818.684.641,00 |
To Top
Shares