Pilkada Lamsel, Siapa Bakal Menang?

oleh -621 views
foto: kpulamsel

CATATAN AKA

Judul: Pilkada Lamsel, Siapa Bakal Menang?

Oleh: KHAIRULLAH AKA

Pilkada 2020 digelar sebulan lagi, tanggal 9 Desember. Kampanye para kandidat pun kurang dari sebulan. Pertanyaannya siapa yang bakal menang?

Apakah Paslon nomor urut 1, Nanang Ermanto – Pandu Kesuma Dewangsa atau Paslon nomor urut 2, Tony Eka Candra – Antoni Imam atau Paslon nomor urut 3, Hipni – Melin Haryani Wijaya?

Itulah pertanyaan orang-orang yang Saya temui. “Kira-kira siapa yang menang Pilkada Lamsel ya Rul?” Jawabku, “Entahlah”.

Tapi kalau dilihat dari hasil survei Lampung Independen Survei yang diterbitkan oleh Tribun Lampung 20 Oktober 2020 lalu, maka Nanang – Pandu lah yang bakal menang karena Popularitasnya 33,74% dan Elektabilitasnya 33,56%.

Sementara Tony-Antoni, Popularitas 31,46% dan Elektabilitas 31,46%. Sedangkan diposisi buncit, Hipni-Melin, Popularitas 20,50% dan Elektabilitas 20,64%.

Beda lagi dengan hasil survei yang diterbitkan oleh Lembaga Survei Coleb Research Center Lampung Selatan. Jika survei ini yang dijadikan acuan dan benar, maka Hipni-Melin lah yang bakal menang.

Karena Paslon asal Palas dan Natar ini mendapat 58,7%, dari hasil survei Pemilih Pemula atau Millenial, posisi kedua, Nanang-Pandu 30,9% dan diposisi akhir Paslon Tony-Antoni meraih 10,4%.

Akan tetapi untuk memprediksi siapa yang bakal jadi Bupati dan Wakil Bupati Lamsel berikutnya, tidak hanya mematokkan hasil survei. Ada banyak faktor lain yang bisa jadi pertimbangan, salah satunya efektifitas kampanye.

Seberapa serius Paslon dan tim pemenangan memanfaatkan waktu kampanye untuk memperkenalkan Paslon dan menyakinkan masyarakat soal visi misi dan program unggulan yang akan diwujudkan jika Paslon terpilih.

Jika itu patokannya, Saya lihat ketiga Paslon melakukan hal serupa, Kampanye dimana-mana dengan visi misi dan program unggulan yang sama baiknya.

Foto maupun video kampanye yang diunggah oleh Paslon, Tim Pemenangan, Relawan maupun simpatisan bertaburan di media sosial khususnya Facebook.

Tak kalah masiv, berita-berita kampanye tiga Paslon itu juga banyak dishare di jejaring milik Mark Elliot Zuckerberg itu.

Artinya, secara kasat mata, para Paslon sepertiya tak ingin kehilangan seharipun untuk turun dan bertemu langsung dengan masyarakat.

Fakto lain yang dapat dijadikan tolak ukur kemenangan Paslon adalah dukungan Partai Politik (Parpol), walau katanya pengaruhnya kecil.

Jika ini yang dipakai, maka dua Paslon memiliki keterwakilan di DPRD dengan jumlah yang sama, yakni, Hipni-Melin, yang diusung oleh PAN (7 kursi), Gerindra (7 kursi) dan PKB (4 kursi) dengan total 18 kursi.

Kemudian, Tony-Antoni yang diusung oleh Partai Golkar (7 kursi), PKS (6 kursi) dan Demokrat (5 kursi) dengan total 18 kursi.

Paling buncit, Nanang-Pandu yang diusung PDIP (9 kursi), Partai Nasdem (3 kursi), Hanura (1 kursi) dan Perindo (1 kursi) dengan total 14 kursi.

Jika keterwakilan kursi tersebut diconversi menjadi suara, maka dua Paslon kemungkinan menang paling besar. Belum lagi jika masing-masing wakil rakyat dari Parpol Pengusung itu turun dari rumah ke rumah sebagaimana yang mereka lakukan saat Pileg, tentu kemenangan bukan hanya mimpi bagi Paslon tersebut.

Faktor lain yang sangat penting adalah uang. Calon dianggap ada oleh masyarakat ketika mereka memberi. Apa yang diberi, bisa dalam bentuk uang tunai, barang atau makanan (dalam hal ini yang jumlahnya tidak melanggar-red).

Ketika mereka memberi, secara tidak langsung masyarakat menganggap, merekalah yang serius ingin jadi Bupati dan Wakil Bupati.

Sebaliknya, jika ada Paslon yang tidak memberi apa-apa, hanya stiket, kalender atau hanya cuap-cuap janji manis, tanpa memberi uang, barang atau makanan, maka Paslon tersebut dianggap hanya main-main, tak serius untuk menang.

Satu lagi faktor yang tidak menempel ke semua orang yaitu, Bejo atau Keberuntungan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari kampanye efektif, dukungan Parpol yang masiv serta uang yang berlimpah, tapi kalau tidak Bejo, maka kalahlah yang diterima.

Pertanyaan kembali timbul, akan menempel kesiapakah Bejo itu, ke Nanang-Pandu, Tony-Antoni atau Hipni-Melin? hanya Allah yang tau. Tabik…. (KHAIRULLAH AKA)

Komentar