Polres Tanggamus Tangkap 9 Pemuda Penggagah Gadis Disabilitas

oleh -94 views

Lnews.co, KALIANDA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanggamus menangkap sembilan laki-laki penggagah SW (23) seorang wanita penyandang disabilitas, warga Pekon Batu Patah, Kecamatan Kelumbayan Barat, Tanggamus, yang hingga saat ini korban sudah mengandung 17 minggu.

Kesembilan tersangka kasus pemerkosaan tersebut adalah, Gunawan (22), EF (18), Masruh alias Ruhik (21), TH (16), AB (15), MGR (18), MCH (20), DS (19) dan IN (19), warga Kecamatan Kelumbayan Barat.

Para tersangka ditangkap, pada Rabu (11/1) kemarin, atas laporan korban dengan LP/629/XII/2016/LPG/RES TGMS pada tanggal 19 Desember 2016 lalu.

Informasi yang dikorek polisi dari para tersangka, ternyata korban sudah menjadi tempat pelampiasan nafsu setan para tersangka sejak tahun 2013 hingga 2016. Mirisnya lagi, para pelaku merupakan tetangga korban sendiri.

Dan dipenghujung tahun, aksi tak manusiawi tersebut terhenti setelah keluarga korban mengetahuinya dan melaporkan kepada pihak kepolisian Tanggamus.

Kasatreskrim Polres Tanggamus AKP Hendra Saputra mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora menuturkan, berdasarkan pengakuan dari korban, dirinya dipaksa melayani nafsu syahwat para tersangka dan dilakukan ditujuh tempat.

Tiga diantaranya dilakukan dirumah korban sendiri, yakni dikamar, ruang televisi, dan disofa ruang tamu. Sementara sisanya, di kediaman tersangka Gunawan, kandang kambing, gang depan warung korban, kebun belakang kandang kambing, rumah tersangka Cahyadi, dan warung soto milik orang tua korban.

“Dalam pemeriksaan SW, kita berkoordinasi dengan ahli bahasa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Tanggamus dan saat ini korban mengalami trauma mendalam atas tragedi yang dialaminya, hingga dirinya (korban) harus mengandung janin dengan usia 17 minggu.” Ujar Hendra, Senin (23/1/17).

Hendra menambahkan, untuk mengatasi trauma korban, polisi berkoordinasi dengan ahli psikologi dari Bandar Lampung. Sementara untuk pemeriksaan, karena sebagian besar tersangka masih dalam katagori anak dibawah umur, penyidik berkoordinasi dengan BAPAS Bandar Lampung.

Polisi bakal menjerat para tersangka dengan pasal 285 KUHP atau pasal 286 KUHP dan atau pasal 289 KUHP jo pasal 64 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Sedangkan untuk anak dibawah umur, bakal dikenakan pasal 285 atau 286 dan atau 289 KUHP dan Undang-undang RI nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak-anak dengan ancaman maksimal 12 tahun dikurangi setengah ancaman dewasa.

Dan juga ada pasal 20 yang mengatur tentang batasan anak dibawah umur (ABH), dimana tindak pidana dilakukan pada saat dibawah umur, kemudian dilakukan upaya paksa sudah melampaui batasan katagori anak dibawah umur yakni lewat dari 18 tahun akan tetapi belum mancapai 21 tahun, maka akan tetap dikatagorikan anak dibawah umur dan akan diajukan kesidang pengadilan anak.

“Rencana selanjut, kita akan melakukan test DNA setelah bayi korban telah lahir nanti. Hal itu untuk mengetahui secara pasti, siapakah ayah biologis dari jabang bayi yang saat ini masih dikandung oleh korban,” tukasnya. (indra)

Komentar