Ragam

Relawan Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi, Kadissos Lamsel Menimpali

Yodistara Nugraha. (foto: DokFB)

Lnews.co, KALIANDA – Salah seorang penggiat wisata yang juga relawan bencana tsunami Lampung Selatan (Lamsel), Yodistara Nugraha menulis surat terbuka yang ditujukan ke Presiden RI, Joko Widodo.

Secara garis besar surat terbuka itu berisi soal Rencana Pemkab Lamsel yang akan membuat Hunian Sementara (Huntara) sedangkan Presiden saat berkunjung di Lamsel beberapa waktu lalu memerintahkan untuk membangun Hunian Tetap (Huntap).

Selain itu, dalm surat terbuka tersebut, Yodis juga menyoal lambannya penanganan paska bencana tsunami yang menerja daerah pesisir Lamsel pada Sabtu malam, 22 Desember 2018 lalu.

Dibawah ini surat terbuka yang ditulis di dinding facebook Yodistara Nugraha sekitar 5 jam lalu:

Advertisements

“SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN RI
(Tolong Bantu Sebarkan)
…………………………………………………………………..

Kepada Yth
Presiden Republik Indonesia
Bapak Jokowidodo

Assalamualikum Wr.Wb

Sebelumnya kami ingin mengucapkan terimakasih atas kunjungan Bapak ke Lampung Selatan,tepatnya di Desa Kunjir dan Way Muli.
Dan kami juga sangat senang saat mendengar kalau Pemerintah pusat akan langsung membangun Hunian tetap tanpa membangun huntara.
Hal ini tentu sangat menggembirakan hati seluruh korban bencana tsunami,khususnya di Desa kunjir dan Way Muli.

Tapi yang terjadi saat ini jauh dari apa yang Bapak katakan,pemerintah kami disini malah ingin membangun huntara,entah apa alasannya.
Padahal saat ini warga terdampak bencana sudah mulai bangkit,bahkan lokasi tempat Bapak berbincang bersama warga di Desa kunjir pun sudah berdiri warung-warung warga.
Yang di butuhkan saat ini adalah modal usaha,agar masyarakat tidak jenuh dan dapat melanjutkan hidupnya,bekerja berusaha seperti sedia kala,sambil menunggu Hunian tetap yang Bapak Janjikan.

Bapak Presiden yang terhormat,tulisan ini bukan berdasarkan data,tapi fakta dilapangan.Karna dari H+1 musibah tsunami sampai saat ini,kami masih bahu membahu membantu warga untuk memulihkan perekonomian dengan memberikan bantuan berupa warung,bengkel,perlengkapan nelayan dan modal usaha mikro.

Untuk itulah surat terbuka ini kami tulis dengan tanpa ada kepentingan apapun,yang kami inginkan hanyalah kerja cepat pemerintah dalam pemulihan pasca bencana tsunami,khususnya di Lampung Selatan.

Wassalamualikum Wr.Wb

“Dari Rakyat Untuk Rakyat”

(Yodistara Nugraha)”

Pukul 20.26 Wib, Selasa malam (5/2/19), surat terbuka yang ditulis Yodis itu sudah dikomentara sebanyak 26 kali dengan 148 like dan 71 kali dibagikan.

Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Lamsel, Dul Kahar pun ikut mengomentari surat terbuka itu dan Yodistara pun membalas komentar tersebut.

Dul Kahar: “Wow, yah inilah yg jadi masalah, klau terori dan praktek itu gak semudah membalikkan telapak tangan, trims atas kepedulian dari semua pihak terhadao musibah bencana tsunami di kabupaten Lampung Selatan semoga jadi amal ibadah kita semua, kami sadar akan banyak kekurangan tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk yg terbaik untuk korban bencana tsunami, pemerintah itu punya sistem dan peraturan yg harus di ikuti dan penuhi serta harus di pertanggungjawaban secara hukum, dan juga ada proses yg harus di laksanakan, pemerintah sudah menyediakan lahan di kedaton tapi warga yg tidak berkenan, sedangkan lahan di rajabasa tidak ada, ada juga harganya mahal, dan juga proses pengadaan lahan tidak seperti kita beli tanah pribadi ada mekanisme yg harus di lalui, jadi tolonglah tolong berikan kesempatan pemerintah untuk berbuat dan kasih pemahaman ke masyarakat yg baik.”

Yodistara: “Pak Kadisos,saya memperhatikan langkah-langkah pemerintah terkait penanggulangan bencana tsunami di ,dan saya faham dengan segala kekurangan yg ada.mulai dari pendataan yang tidak jelas di pengungsian sampai transfer data dari kecamatan ke kabupaten pun mengalami kendala,padahal hal-hal tersebut bisa dibilang (maaf) sepele.
Bencana yang melanda daerah kita tercinta ini tidak seberapa dibandingkan dengan daerah lainnya,tapi penanganannya dirasa sangat lambat.sementara kebutuhan masyarakat terdampak bencana bukan hanya sembako saja,mereka sangat butuh usaha untuk melanjutkan hidupnya.
Sebagai masyarakat,adalah hak kami untuk menyuarakan ketidak puasan akan hal ini dan sebagai sesama manusia kami juga tak henti membantu tanpa kenal lelah.
Kami harap kritikan ini diterima sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah lamsel tercinta.”

Dul Kahar: “Iya iya, kami paham, tapi problem si setiap daerah berbeda, karakter masyarakat nya juga beda, tapi semua itu tidaklah mudah seperti kita membelanjakan uang kita pribadi, mengatur dan.mengurus orang banyak juga tidak mudah, makanya semua harus melalui proses dan kami sudah melakukannya, pada masa sekarang masa transisi pemulihan kami rapat dua kali dalam seminggu untuk membahas mengenai perkembangan penanganan bencana khususnya huntara dan huntap,.berbicara teori sangat mudah tapi begitu kita praktekkan banyak kendala yg harus dihadapi, kami juga sangat sangat kepingin semuanya cepat selesai dan kami bisa lebih bisa melakukan tugas tanggungjawab lainnya.”

Yodistara: “aminnn..sejatinya kami masyarakat sangat mendukung langkah-langkah pemerintah yang berpihak kepada kepentingan umum,dan sudah jadi hak kami untuk tau lebih lanjut perihal program yang sudah dan akan dilakukan tentang pemulihan pasca bencana tsunami ini.
Setiap daerah memang berbeda karakter dan system penanganannya,justru karna saya sedikit tau management penanganan bencana di tempat lain makanya berani bersuara.
Seandainya pemerintah mau diajak bicara oleh kami yang dilapangan ini,mungkin tidak hal ini dapat kita bicarakan sambil ngopi.karna tidak ada kesempatan itulah kami buka ke forum terbuka,agar semua nya tau dan bisa memahami apa yg terjadi.”

(aka)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

| LAPORAN PENERIMAAN BANTUAN TUNAI BENCANA TSUNAMI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN PERTANGGAL 28 JANUARI 2019 - PENERIMAAN di Rekening Bank BRI (0503-01-001105-30-6) Saldo: Rp. 252.006.172,00 | Rekening Bank Mandiri (114-00-2200800-0) Saldo: Rp. 1.818.684.641,00 |
To Top
Shares