NewsFlash

Setelah Nanang, Akun Winarni Palsu Tipu Pensiunan dan Kepsek

Akun palsu facebook winarni ermanto. (kmf)

Lnews.co, KALIANDA – Maraknya penggunaan Media Sosial (Medsos) membuat orang-orang tidak bertanggung jawab memalsukan akun facebook, Minggu (31/3/19).

Salah satu yang menjadi korban adalah Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto beserta istrinya Winarni Nanang.

Advertisements

Akun Facebook dan WhatsApp Winarni Ermanto palsu itu digunakan untuk mencari mangsa dengan mengimingi akan mengangkat korbannya menjadi Tenaga Honor Daerah di Lampung Selatan.

Winarni Nanang melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sefri Masdian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menanggapi akun Facebook dan WhatsApp yang mengatasnamakan Winarni Ermanto.

“Kepada seluruh masyarakat terutama warga Lampung Selatan saya menghimbau apapun bentuk untuk tidak menanggapi Akun Facebook dan WhatsApp Winarni Ermanto, karena Istri Pak Plt. Bupati Nanang Ermanto tidak memiliki Akun Facebook,” ujarnya.

(kmf)

(kmf)

(kmf)

(kmf)

 

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto pun berang, Ia menegaskan dalam upacara Senin pagi (1/4/19), jika akun Winarni Ermanto yang kerap menghiasi media sosial Facebook bukanlah akun milik istrinya.

“Saya tidak pernah punya Facebook dan istri saya juga tidak pernah main-main (Facebook) seperti itu. Kalaupun ada itu akun palsu,” tegas Nanang dihadapan ratusan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Lampung Selatan.

Akun tersebut mengatasnamankan Winarni Ermanto, sengaja dibuat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Diduga hal itu untuk melakukan penipuan, dengan cara menawarkan dan menjanjikan jabatan tertentu melalui short messenger (inbox) dengan memberikan imbalan tertentu.

“Sudah tiga hari ini beredar (akun) itu. Ada yang sudah ditelp diminta uang 15 juta bila ingin menjadi Kepala Sekolah. Dan itu mengatasnamankan saya dan istri saya,” tukasnya.

Untuk itu, Nanang menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pegawai maupun masyarakat Lampung Selatan untuk tidak mudah percaya akun Facebook maupun media sosial lainnya yang menjurus kepada jual beli jabatan dan merusak nama baik pemerintah daerah.

“Bila ada jual beli jabatan, itu bohong. Kalau ada SMS atau WhatsApp seperti itu jangan dihiraukan, bila perlu dipancing, ajak ketemu dan tangkap. Tapi saya rasa ga berani dia (penipu). Jadi saya tegaskan tidak ada permainan seperti itu,” tandasnya. (az/kmf)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

To Top
Shares