Soal M. Tohir, Pemkab Lamsel terkesan Buang Badan

oleh -11 views

Lnews.co, SIDOMULYO – Aksi penggalangan dana untuk membantu meringankan biaya pengobatan M. Tohir Aji, warga Dusun Satu, desa Sukaratu, kecamatan Kalianda, penderita kanker kulit yang hampir menghabiskan wajahnya, terus mengalir.

Kali ini Komunitas Anak Lampung Selatan (KALS) melakukan penggalangan dana di pasar tradisional Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Sabtu (25/6/16).

‎Ketua Pelaksana KALS, Endy Syahputra menuturkan, penggalangan dana ini tentu untuk membantu biaya pengobatan M. Tohir yang sejak beberapa hari lalu sudah berada di rumah sakit Cipto, di Jakarta.

“‎Semoga adanya gerakan muda mudi Lampung rekan sekomunitas dari seluruh Lampung Selatan bisa meringankan beban M. Tohir,” ujarnya.

“Mudah-mudah aksi penggalangan dana yang dilakukan KALS ini dapat memberikan contoh yang positif para generasi muda untuk bisa ikut andil dan peduli terhadap sesama yang benar-benar membutuhkan bantuan,” tambahnya.

Sementara, salah seorang anggota Komunitas Peduli Lampung Selatan, Hendra, berharap adanya penggalangan dana dibeberapa titik yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat bisa menjadi cambuk bagi Pemkab setempat yang selama ini seperti berpangku tangan atas penderitaan M. Tohir.

“Pemerintah agar bisa perduli terhadap rakyat kecil. Kemudian dana bantuan sosial (bansos) prihal seperti ini harus diadakan, jangan hanya diam diri seolah-olah pemerintah menutup mata khususnya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), terhadap penderitaan rakyat tak mampu,” katanya.

Menurut Hendra, aksi penggalangan dana ini tidak akan terjadi jika Pemkab, merespon langsung ketika ada warga miskin yang menderita penyakit parah dengan memberikan jaminan pengobatan terhadap bersangkutan.

“Jika memang pemerintah tanggap tak terjadi suatu aksi pengalangan dana baik element masyarakat atau pun mahasiswa, resikonya pun sungguh luar biasa,” terangnya.

Pihaknya berharap, Pemkab Lampung Selatan tanggap terhadap warga yang membutuhkan bantuab seperti M. Tohir Aji penderita kanker kulit dan Nur Muhammad penderita tumor akut.

“Pemerintah seharusnya peka dan cepat tanggap dan jangan seolah-olah buang badan. Masyarakat saja peduli, masa Pemerintah tidak, kan aneh,” ujarnya.

Untuk diketahui, penggalangan dana oleh KALS ini dilakukan oleh Endy S, Sahri, Ayu, Fresti dan Surya dan rekan-rekannya.‎ Setelah dipasar Sidomulyo rencanaya penggalangan dana selanjutnya akan dilakukan ke pasar Candipuro. (aan/str)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *