Terus di “Cueki”, Wali Murid Ngadu ke DPRD

oleh -91 views

Lampung Selatan — Akibat tak kunjung mendapat respon dari pihak terkait, para wali murid SMAN 1 Kalianda Lampung Selatan akhirnya mengadukan permasalahan pelik tentang tingginya biaya pendidikan di SMAN 1 Kalianda ke DPRD Kabupaten Lampung Selatan.

Bermacam-macan keluhan, mereka sampaikan secara langsung ke Komisi D DPRD Lampung Selatan, yang memang menangani bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Mulai dari, tingginya biaya yang dibebankan kepada wali murid melalui sumbangan komite dengan total hampir Rp 1 miliar (setelah mendapat pengesahan APBS), namun penyerapan anggaran tersebut cenderung untuk insentif (kesejahteraan) pihak sekolah bukan bertujuan sebagai sarana penunjang siswa.

Lalu, tidak transparannya penyerapan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diketahui sebesar Rp1,3 miliar untuk tahun 2015. Kemudian, tata kelola lingkungan sekolah yang tidak teratur sehingga menggangu proses belajar siswa, lantaran gedung belajar berdekatan dengan wc/toilet. Itu disebabkan adanya penambahan gedung baru dalam setiap tahunnya.

Lalu, legalitas komite sekolah yang diketahui sudah dijabat oleh komite saat ini selama 6 tahun berturut-turur tanpa adanya resuffle. Selain itu, etika dan perlakuan diskriminasi terhadap siswa serta kualitas SDM guru di SMAN 1 Kalianda ikut dipersoalkan wali murid di sekolah itu.

“Kami berharap, pihak DPRD dapat menjembati kami (wali murid) supaya dipertemukan lalu membahas sejumlah pesoalan di sekolah itu. Ini bukan kritikan, tapi demi kemajuan dunia pendidikan di Lampung Selatan,” ujar Zulkifli Husein dan diamini oleh para wali murid lainnya.

Mendengar berbagai persoalan di sekolah unggulan tersebut, Anggota Komis D DPRD Lampung Selatan Yuli Gunawan sempat tercengang dan kaget dengan kondisi di sekolah yang pernah membesarkannya dulu. Bahkan, dia berujar akan membahas secara serius permasalahan itu dengan seluruh jajaran komisi D pada Senin (5/10) mendatang.

“Tadi sudah kami terima keluhan mereka. Waduh kok seperti ini ya sekarang. Sebagai alumni disana (SMA1 N Kalianda) dulu tidak seperti ini. Besok (Senin) akan kami bahas secara serius,” ujarnya saat wawancarai wartawan usai pertemuan tersebut.

Dia mengisyaratkan, bila tidak bertabrakan dengan agenda/jadual DPRD, pihaknya juga meng-hearing-kan atau rapat dengar pendapat antara wali murid, pihak sekolah, komite dan dinas pendidikan bersama DPRD Lampung Selatan pekan depan.

“Biar balance, minggu depan kita upaya pertemukan semua pihak. Karena ini penting. Anak didik saat ini adalah sebagai penerus bangsa, jadi persoalan pendidikan tidak bisa dipandang sebelah mata,” katanya pula. (ddn/str)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *