Lampung Selatan

Tinjau Banjir di Natar, Nanang Jalan Kaki 2 KM

Foto: kmf

NATAR – Plt. Bupati Lampung Selatan (Lamsel), H. Nanang Ermanto meninjau dan memberikan bantuan korban banjir di dusun Citerek Desa Merak Batin Kecamatan Natar, Selasa (07/01/20).

Banjir yang disebabkan curah hujan tinggi beberapa hari terakhir dan tidak adanya drainase mengakibatkan banjir menggenangi lahan perkebunan seluas 2 (Ha) dan 20 rumah warga yang berada di sekitarnya.

Dilokasi Nanang langsung mengerahkan alat berat untuk membuat saluran air yang dialirkan langsung ke Kali sekitar.

Pemerintah Daerah melalui BPBD dan Dinas Kesehatan Lampung Selatan juga turut memberikan bantuan ke korban banjir berupa sembako, beras, peralatan sekolah, makanan, susu balita dan bantuan obat obatan dari posko kesehatan di lokasi setempat.

Kepala Desa Merak Batin, Aldin mengatakan dilokasi tersebut memang kerap terjadi genangan air karena adanya cekungan ditengah lahan perkebunan sedalam 3 meter, akan tetapi menurutnya ini merupakan yang terparah.

Aldin juga berharap agar cekungan di lokasi lahan perkebunan tersebut dapat di buatkan aliran air sehingga kedepan tidak terjadi hal serupa.

“Tiap musim ujan memang terjadi genangan disini, tetapi ini yang terparah sampai beberapa rumah warga kena banjir. Saya harap dipinggiran cekungan lahan itu bisa di buatkan aliran air, agar tidak menggenang disitu,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mengatakan akan segera membenahi lokasi penyebab banjir tersebut, Nanang juga menghimbau kepada masyarakat untuk membersihkan gorong-gorong dan parit di rumahnya masing masing sehingga aliran air menjadi lancar.

“Kami akan berupaya membenahi cekungan ini sehingga kedepan tidak terjadi genangan. Saya minta juga kepada masyarakat agar menjaga lingkungan dengan bergotong royong membersihkan drainase depan rumahnya sehingga air tidak naik dan merusak jalan yang sudah dibangun,” tuturnya.

Nanang kemudian melanjutkan peninjauan lokasi banjir dengan berjalan kaki sejauh 2 Km untuk melihat drainanse dan gorong-gorong rumah warga yang sudah banyak yang tersumbat dan beralih fungsi menjadi tempat bakar sampah. (rk/kmf)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

To Top
Shares