Lampung Selatan

(VIDEO) Polisi Tangkap 2 Tersangka Kasus Mayat Embung SMA Kebangsaan

(Foto: Aka)

Lnews.co, KALIANDA Teka-teki ditemukannya mayat pemegang keris di embung SMA Kebangsaan, Penengahan, Lampung Selatan, berhasil diungkap.

Jika sebelumnya polisi menyatakan bahwa mayat tersebut mati bukan karena tindak kekerasan, akhir terbantahkan.

Dua orang yang disangkakan membunuh, Zubaidi warga desa Banjarmasin, Penengahan, tersebut adalah Usman (35) dan Herizal (37) warga desa Pisang,  yang tak lain teman korban sendiri.

“Motifnya adalah masalah ekonomi, dan salah satu tersangka menggunakan Narkotika,” ujar Kapolres Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). M. Syarhan dalam jumpa pers di halaman Mapolres sementara di GOR Way Handak, Kalianda, Selasa siang (26/11/19).

Para tersangka menurut Kapolres bakal dijerat dengan Pasal 340 jonto 338 dengan ancaman diatas 12 tahun penjara.

“Barang bukti yang kita dapat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ada tas, sandal, celana dan senjata tajam (Sajam-red) yang digunakan oleh korban sehari-hari serta batu yang ada kaitannya dengan tenggelamnya korban,” tambah M. Syarhan.

Kapolres yang beberapa hari lagi akan pindah tugas itu menyatakan, penyidik masih terus melakukan pendalam, untuk memastikan apakah ada tersangka lain.

“Yang jelas, Penyidik sudah mendapatkan bukti yang patut diduga dilakukan para tersangka menghilangkan nyawa orang lain,” kata M. Syarhan.

“Untuk menetapkan tersangka Kita berkomunikasi dengan saksi ahli yang bisa memberikan pernyataan yang mendukung motif pelaku,” imbuhnya.

Namun menurutnya, soal pembuktian apakah para tersangka benar-benar pelaku, itu bisa dibuktikan di pengadilan.

“Pembuktian ada di pengadilan, dipersidangan nanti penyidik dan para saksi-saksi yang bisa mengungkapkan perbuatan para tersangka, artinya kita tidak menunggu pengakuan para tersangka.” Tukasnya.

Beberapa hari sebelumnya Polres Lamsel melakukan Reka Ulang kasus penemuan mayat di embung SMA Kebangsaan.

Namun dari 36 adegan reka ulang, tidak ada moment saat para tersangka menghabisi nyawa korban.

Pernyataan Kasat Reskrim, Try Maradona juga menguatkan perkatakan Kapolres terkait pembuktian perbuatan Para tersangka.

“Soal pembuktian nanti ada di pengadilan, jadi kita tidak perlu menunggu dari pengakuan para tersangka.” Pungkasnya.

Dibawah ini video saat reka ulang kasus Zubaidi, korban yang ditemukan di embung SMA Kebangsaan, Penengahan:

(aka)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

To Top
Shares