Lampung Selatan

Warga: “Berapa Kami harus Bayar agar Penggugat Cabut Proses Hukum”

Nanang dan M. Syarhan salami warga di rumah dinas bupati lamsel, senin malam (28/1/19). (foto: kmf)

KALIANDA – Plt. Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Nanang Ermanto bersama Kapolres AKBP M. Syarhan dan Danramil Katibung mengumpulkan warga dusun Tumpang Curup desa Tanjung Ratu kecamatan Katibung yang beberapa hari lalu melakukan aksi blokir jalan tol, di rumah dinas Bupati Lampung Selatan, Senin, (28/1/2019).

57 warta tersebut tiba di rumdin Bupati pukul 19:45 WIB dengan menggunakan Bus Pemkab Lamsel diterima dan diterima langsung oleh Nanang. Dalam arahannya terkait proses hukum yang sedang berjalan mengenai penundaan pembayaran ganti rugi pembebasan lahan tol Ia meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh orang-orang yang akan mengambil keuntungan pribadi.

Nanang berkata, “sesuai dengan janji saya mengundang Bapak/Ibu datang kesini, jangan tegang disini santai aja ini rumah Bapak/Ibu semua, tadi pagi kami sudah memanggil tim waskita mengenai Kilo Meter 52 tol Trans Sumatera, mereka sudah rapat di kantor mereka di Jakarta,”

Ia menambahkan, “saya minta kepada bapak/ibu sekalian jangan terprovokasi, jangan sampai nanti mau menyelesaikan masalah masalah timbul masalah, kami memanggil bapak/ibu semua supaya bisa menyerap aspirasi langsung. Jangan sampai bapak/ibu dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,”

Nanang menambahkan “besok kami akan rapat besar dengan para pengelola jalan tol dari Bakauheni sampai Natar, uang bapak/ibu tidak hilang karena sudah dititipkan di pengadilan”, ujarnya.

Usai Nanang memberikan arahan mengenai KM 52 JTTS kepada warga Kapolres Lamoung Sekatan AKBP M. Syarhan pun memberi pencerahan mengenai Hukum Perdata kepada warga yang hadir.

Syarhan berkata, “kita duduk disini untuk mencari solusi atas apa yang terjadi di KM 52. Bulan Oktober 2018 lalu bapak/ibu sudah menang di pengadilan dan sudah mendapatkan legalitas hukum atas tanam tumbuh. Selanjutnya yang menjadi masalah adalah tanah tempat yang bapak/ibu duduki sekarang, waktu itu bapak/ibu menang di pengadilan. Makanya tergugat Kementerian PUPR melakukan Naik Banding dan uang bapak/ibu sudah dibayar tetapi dititipkan di pengadilan. Uang bapak/ibu ada di pengadilan sampai proses hukum Inkrah (kekuatan hukum tetap),”

Syarhan juga meminta warga agar tidak mudah dipanas-panasi pihak lain, “Jangan sampai bapak/ibu berbenturan dengan hukum, jangan mau di provokasi oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan keadaan, bapak/ibu melakukan aksi penutupan jalan, gonta ganti pengacara sana sini uang ludes,” kata Syarhan.

Kapolres meminta masyarakat untuk bersabar, “bapak/ibu harus sabar sampai kapan pun uang bapak/ibu tidak akan hilang, saya menjaminnya. Saya minta tolong bantu Pak Bupati yang sudah memfasilitasi mencari solusi untuk masyarakatnya. Dengarkan kata-katanya, kalau bapak/ibu kembali memaksa dengan menutup jalan maka saya akan menegakan hukum. Saya sangat berharap bapak/ibu tidak berbenturan dengan hukum,” cetusnya.

Nanang menambahkan, “jangan sampai kejadian seperti di natar, itu ada yang menjadi provokator akhirnya diseret mereka ke sel. Saya yakin bapak/ibu gak ada kan yang mau masuk sel,” katanya.

Ketika tanya jawab seorang warga bertanya, “berapa kami harus membayar agar penggugat mencabut proses hukum atau tidak mengajukan banding?”

Nanang menambahkan, “kami ini membantu rakyat, membantu masyarakat dengan ikhlas tidak ada minta-minta uang. Kalau nanti ada yang minta uang, laporkan ke saya biar dimasukan ke sel dengan Pak Kapolres,” sambung Nanang.

Usai tanya jawab, masayarakat pun mohon diri kepada Plt. Bupati dan Kapolres. Nanang bersama Syarhan meminta masyarakat untuk menghormati proses hukum. Wargapun kembali diantarkan Bus Pemkab setempat menuju kediaman masing-masing. (kmf)

Comments

comments

Berita Popular

| LAPORAN PENERIMAAN BANTUAN TUNAI BENCANA TSUNAMI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN PERTANGGAL 28 JANUARI 2019 - PENERIMAAN di Rekening Bank BRI (0503-01-001105-30-6) Saldo: Rp. 252.006.172,00 | Rekening Bank Mandiri (114-00-2200800-0) Saldo: Rp. 1.818.684.641,00 |
To Top
Shares