Lampung Selatan

Winarni Tengok Sahri

Winarni tengok sahri. (az/kmf)

KATIBUNG  – Sahri (40), warga Dusun 01 RW 02 Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung sudah setahun tidak bisa berjalan karena sakit yang di deritanya.

Bapak tiga orang anak ini hanya bisa duduk di kursi ruang tamu rumahnya, dan tidak bisa lagi melakukan aktifitas seperti biasanya.

Mengetahui hal itu, jiwa sosial Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Hj. Winarni Nanang tergerak.

Ia mengunjungi kediaman Sahri dengan membawa bantuan didampingi Camat dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Katibung usai mengunjungi SMPN 1 Katibung untuk memberikan motivasi kepada tim Marching Band Gita Bahana Mustika yang akan mengikuti kejuaraan nasional di Jakarta.

Kedatangan Winarni yang tanpa terjadwal itu pun sontak memancing warga.

Mereka datang untuk bertatap muka dan berswafoto dengan istri orang nomor satu di bumi Khagom Mufakat ini.

Di rumah Sahri, Winarni menyerahkan santunan uang tunai dan kursi roda yang diserahkan kepada istri Sahri, Maria.

Selain itu, Winarni juga menyemangati dan memotivasi Sahri supaya bisa kembali sehat seperti sediakala.

“Yang sabar ya Pak, semangat terus, dan kalau bisa banyak gerak. Dulu bapaknya Pak Nanang (plt bupati) juga sama, tapi sekarang sudah sembuh, malah sudah bisa naik motor dan berlari,” ucap Winarni.

Dikesempatan itu, Winarni juga menyampaikan terima kasih atas informasi yang diberikan masyarakat. Dia juga mengimbau agar masyarakat selalu menanamkan dan memiliki rasa kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.

“Saya tahu informasinya dari Satgas (PDI-P), makanya langsung kesini. Nanti kalau ada yang kurang lapor ke pak camat biar diteruskan ke Puskesmas, kan dekat dengan rumahnya,” imbuh Winarni.

Sementara istri Sahri, Maria (36) tidak bisa menahan haru. Berkali-kali dia mengucapkan terima kasih dengan terbata-bata sambil menahan air mata.

“Alhamdulillah sudah ditengokin, jadi bisa menyampaikan keluh kesah. Kami berterima kasih karena sudah diberikan bantuan dari ibu bupati. Dan kami juga berharap supaya bisa diberikan kartu KIS,” tutur Maria.

Lebih lanjut Maria menceritakan, penyakit yang diderita suaminya berawal dari sakit kepala biasa. Sahri yang keseharian bertugas sebagai penjaga malam, sudah terbiasa pulang pagi dari dinasnya.

“Awalya sakit kepala, sehabis pulang kerja. Pagi tidur sampai malam, habis itu bangun tau-tau gak bisa bangun dan gak bisa jalan. Tujuh bulan kemudian kena serangan stroke kedua. Tetapi sekarang ini sudah mendingan.” Tukasnya. (az/kmf)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

To Top
Shares