NewsFlash

Yuda: “Tak ada Niat Melecehkan, tak ada maksud buat Kecewa, Kami Minta Maaf”

Pertemuan Yuda sukmarina dengan al muhtarom dan rekan di kalibata coffee kalianda, minggu siang (17/2/19). (Ari)

Lnews.co, KALIANDA – Setelah ditemui Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Gitaris tunggal sekaligus penyanyi lagu daerah Lampung, Al Muhtarom ditemui oleh Kepala Dinas Pariwisata setempat di Kalibata Coffee Kalianda, Minggu siang (17/2/19).

Dihadapan Al Muhtarom yang didampingi Sekretaris Karang Taruna Pauh Tanjung Iman, Dendi Hidayat dan aktifis budaya lokal, Kadis Pariwisata, Yuda Sukmarina menyampaikan permohonan maaf.

Advertisements

Menurutnya ada sejumlah kendala yang menyebabkan dihentikannya aksi panggung Al Muhtarom, namun menurut Yuda tidak ada niat untuk melecehkan adat budaya lokal.

“Tidak ada niat kami untuk melecehkan atau tidak menghargai adat istiadat, tidak maksud tidak ada niat untuk mengecewakan adinda semua atau melecehkan adat istiadat budaya yang ada ditempat kita, malam itu juga malah kita ingin mengangkat budaya kita, maka kita tampilkan budaya kita duluan,” ujarnya dihadapan Al Muhtarom dan rekan-rekannya.

Yuda yang didampingi Kabidnya dan Camat Kalianda itu menyatakan, dihadirnya gitar tunggal dalam acara penggalangan dana untuk korban tsunami dan pentas budaya di Gor Way Handak (GWH) Sabtu malam (16/2/19) sebagai bentuk kepedulian Pemkab terhadap seni budaya setempat.

“Kita justu ingin mengangkat budaya lokal, untuk mengangkat budaya ini kita mesti kerjasama tanpa ada bantuan dari adinda semua tentu tidak ada akan berjalan. Saya berusaha merangkul semua budaya dan sekali lagi tidak ada niatan untuk melecehkan sama sekali gak ada, mungkin karena kendala cuaca hujan saat itu,” tambah Yuda.

Atas nama Pemerintah Daerah dan Dinas Pariwisata, Yuda menyampaikan permohonan maafnya. Ia juga memastikan peristiwa serupa tak akan terulang lagi.

“Atas nama pemerintah, atas nama Dinas Pariwisata saya mohon maaf atas kejadian ini, pak Bupati juga sudah langsung turun tangan, mungkin nanti malam pak Bupati akan melakukan ramah tamah, jadi kesempatan baik ini awal kita untuk lebih dekat lagi.” Tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Penggiat kesenian Lampung gitar tunggal, Al Muhtarom diberhentikan mentas oleh panitia diacara malam peduli tsunami selat sunda yang digelar di gor Way Handak (GWH) Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) Sabtu malam (16/2/19).

Peristiwa itu membuat Al Muhtarom yang tengah asik menghibur penonton dengan lagu Lampung kecewa.

Pembawa acara meminta Al Muhtarom untuk berhenti menyanyi dengan alasan bintang tamu lain akan manggung.

“Saya sangat kecewa sekali atas perlakuan pembawa acara karena lagu belum selesai sudah dihentikan inikan tak beretika namanya, kesenian kita (lagu Lampung-red) seakan tak dipandang sehingga seenaknya menghentikan,” ketusnya.

Al Muhtarom menjelaskan, lagu daerah Lampung yang dilantunkan perdana itu menceritakan kesedihan karena tsunami.

“Lagu yang saya bawakan saat itu berjudul Gukhahan Hati yang menceritakan kesedihan para korban tsunami yang ada di Lampung Selatan, lagu ini juga asli ciptaan saya sendiri, sengaja saya nyanyikan pertama kali di acara ini untuk para masyarakat, tapi sungguh sayang sepertinya mereka tidak menghargai lagu daerah Lampung yang saya persembahkan,” Jelasnya.

Al Muhtarom juga menyampaikan ucapan pembawa acara yang dua kali mendatanginya untuk meminta dirinya berhenti bernyanyi.

“Cukup sampe sini aja, karna band ** mau tampil,” ujar pembawa acara seperti ditirukan oleh Al Muhtarom.

Dalam video yang didapatkan Lnews.co, seorang MC laki-laki berbaju hitam dua kali menghampiri Al Muhtarom.

Dan yang ketiga kalinya, MC wanita mengambil mic yang digunakan Al Muhtarom bernyanyi. Setelah micnya diambil pembawa acara, Al Muhtarom beranjak dari panggung dan langsung meninggalka lokasi. (aka/den)

Comments

comments

Advertisements

Berita Popular

To Top
Shares