Hukum

Zainudin Hasan Resmi jadi Napi

BANDAR LAMPUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan terpidana Zainudin Hasan, bekas Bupati Lampung Selatan (Lamsel) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I A Bandar Lampung atau yang biasa dikenal sebagai Lapas Rajabasa, Kamis (6/2/20).

Zainudin sebelumnya memang berada di Lapas Kelas I A Bandar Lampung sebagai tahanan. Dengan eksekusi pidana badan tersebut, Zainudin sah menjadi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Telah dilaksanakan eksekusi pidana badan terhadap terpidana Zainudin Hasan di Lapas Kelas I A Bandar Lampung pada hari Kamis, 6 Februari 2020,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (10/2/2020) seperti dikutip Lnews.co dari laman fajarsumatera.co.id

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Registrasi Lapas Kelas I A Bandar Lampung Ahmad Walid membenarkan hal tersebut. “Eksekusi dilakukan Kamis kemarin,” ungkapnya singkat.

Sebelumnya, KPK telah menerima kutipan putusan kasasi Zainudin tersebut pada Kamis (30/1/2020) lalu.

“KPK masih menunggu salinan putusan langkapnya untuk selanjutnya dilakukan eksekusi terhadap Zainudin Hasan,” kata Ali kala itu.

Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro juga telah menginformasikan perihal putusan kasasi Zainudin tersebut.

“Perkara No. 113 K/Pid.SUS/2020 atas nama Zainudin Hasan diputuskan Selasa, 28 Januari 2020, amar putusan tolak (kasasi) terdakwa, kabul (kasasi) penuntut umum. Terbukti dakwaan pertama, kedua, ketiga, keempat,” ucap Andi.

Atas putusan kasasi MA tersebut, adik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan itu tetap divonis 12 tahun penjara sama seperti putusan pada Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang pada 25 April 2019 lalu.

“Pidana penjara 12 tahun, pidana denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan, uang pengganti Rp 66.772.092.145 subsider 2 tahun penjara,” ungkap Andi.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, menjatuhkan vonis selama 12 tahun penjara terhadap Zainudin, terdakwa kasus tindak pidana korupsi (TPK) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) suap fee proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam vonis tersebut, hakim juga menjatuhkan kepada terdakwa Zainudin membayar denda yang telah ditetapkan sebesar Rp 500 juta subsider pidana kurungan lima bulan penjara.

(sumber: fajarsumatera.co.id)

Berita Popular

To Top